17 July, 2012

7 Kebodohan Jokowi

Siapa yang tidak kenal Joko Widodo? Jokowi, panggilan akrabnya. Walikota solo yang sekarang sedang mencalonkan diri sebagai cagub DKI, namanya sangat populer di telinga kita.

Sudah sering media di negeri ini mengulas prestasi-prestasi yang sudah diraihnya. Dan sekarang saya mencoba mengupas sisi lain dari seorang jokowi, yaitu tentang kebodohan dari sikap-sikapnya selama menjadi walikota di solo. Dan sangat penting, saya posting note ini bukan ada kepentingan apapun, apalagi yang berhubungan dengan pencalonannya sebagai cagub DKI. Sekali lagi, saya tegaskan bahwa postingan ini tidak memiliki kepentingan terhadap pihak manapun juga.



Kebodohan-kebodohan seorang joko widodo dapat dilihat dari video dibawah ini, video yang merupakan salah satu acara unggulan disalah satu stasiun tv di Indonesia.



Dari video tersebut, jelas sekali kebodohan-kebodohan yang dilakukan beliau selama menjadi walikota di solo, yaitu :

1. Tidak ambil gaji
Betapa bodohnya jokowi, begitu banyak orang berduyun-duyun mencari pekerjaan elit agar mendapat gaji yang tinggi, dan ketika gaji tinggi sudah didepan mata justru dia tidak mau mengambilnya

2. Terlalu tegas
Jokowi tidak segan-segan mencopot pegawainya yang tidak mau masuk sistem, sistem pelayanan yang cepat, bersih dan "ngayomi". Bodoh sekali dia, apa dia tidak takut dicap seorang pemimpin yang kaku atau bahkan diktator

3. Tidak mau menerima suap
Kenapa dia tidak memanfaatkan posisi pentingnya itu? bukankah banyak yang menduduki posisi penting sebagai kepala daerah dan itu digunakan sebagai tempat meraup pendapatan yang sangat besar, salah satunya dari penerimaan suap. apa yang dilakukan jokowi itu tidak mencerminkan tindakan yang bodoh?

4. Membatasi hypermarket/mall dan milih membangun pasar tradisional
Mayoritas kepala daerah itu bangga ketika didaerahnya berdiri mall, karna itu bisa dijadikan standar modernisasi daerah yang dipimpinnya. Tapi jokowi? malah mbangun pasar, apa dia ngga malu diejek sama rekan sesama kepala daerah karna di solo jumlah mallnya sangat sedikit? ngapain mbangun pasar tradisional, mending mbangun mall karna siapa tau ada bos besar yang memberi upeti besar ke rekeningnya

5. Ngajak makan para PKL sampai 54 kali hanya untuk menertibkannya
Repot-repot amat diskusi dengan PKL apalagi ngajak makan mereka, tinggal keluarkan aja PERDA tentang penertiban, satpol PP suruh bertindak dan dia tinggal tunggu laporan, simpel kan?

6. Ngecek proyek secara langsung dan kadang membawa palu godam
Ngapain panas-panas dia ngecek sendiri suatu proyek dengan membawa palu godam untuk ngecek kekuatan bangunan proyek tersebut. Mending sebagai atasan, dia tetap diruangannya yang ber-AC, nyuruh bawahannya untuk ngecek proyek yang ada dan dia tinggal tunggu laporan


7. Terima mobil dinasnya adalah mobil warisan walikota sebelumnya
Tinggal penggantian mobil dimasukan kedalam anggaran daerahnya kan bisa? sudah banyak kepala daerah lain yang bahkan tiap taun harus ganti mobil, ngapain dia tetep pake mobil yang notabene sebagai mobil dinas walikota sebelumnya

Ya, itu beberapa kebodohan-kebodohan dari seorang jokowi. Kebodohan yang dianggap oleh sebagian orang, tetapi justru dianggap sebagai keteladanan. Sekali lagi, postingan ini tidak ada hubungannya dengan arena pilkada DKI. Ini terbukti dengan video yang saya upload adalah video di tahun 2011, jauh sebelum dia mencalonkan sebagai cagub DKI.

Hanya saja, jika dia tetap dalam kebodohannya itu, saya yakin dia bisa menjadi gubernur bagi DKI, bahkan saya pun senang jika suatu saat, negeri ini dipimpin dengan cara bodoh ala jokowi. Dan ini adalah video yang terus terang membuat saya serasa makan permen nano-nano, campur aduk rasanya, ada ketawa, senyum, sedih dan membuat menangis..


Negeri ini merindukan pemimpin yang ngayomi, yang tidak bangga dengan hadirnya mall tapi justru bangga dengan pembangunan pasar-pasar tradisional. Dan ketika saya bertemu langsung dengannya, kelihatan benar bahwa dia adalah sosok yang sangat sederhana. Dua sosok yang pernah saya temui dan membuat saya menghela nafas karna bersyukur, disamping dahlan iskan.

Thanks to musafirsukses