21 August, 2012

Kesalahan Umum Penulisan HUT RI

Kesalahan Umum Penulisan HUT RI - Sudah menjadi kebiasaan ketika mendekati peringatan hari kemerdekaan RI pada 17 Agustus muncul spanduk, poster, banner dan sejenisnya yang bertebaran di sudut jalan atau persimpangan jalan. Banyak di antaranya terdapat kesalahan penulisan ucapan HUT RI dilihat dari segi efektifitas maupun dari segi tata bahasa.
Dirgahayu HUT RI ke-67

Seberapa perlu kita peduli dengan tata bahasa seperti ini? Sangat perlu ketika kita mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan sebagai identitas bangsa.

  • Penulisan HUT RI Ke-67 ini kerap terjadi di media cetak maupun elektronik. apakah ini sudah benar?
  • Judul tersebut tidak logis. Sebab, jika tertulis HUT RI Ke-67, itu berarti ada ada RI ke-1, RI ke-2, dst. padahal yg dimaksud bukan itu.
  • Maka, frasa tersebut harus diubah. Pembetulannya: HUT Ke-67 RI.
  • Nah, sering juga ditemukan contoh salah yang lain di spanduk2 seperti ini: Dirgahayu HUT RI Ke-67.
  • Bentuk "Dirgahayu HUT RI Ke-67" dianggap kurang cermat karena dapat menimbulkan salah tafsir.
  • Kesalahan pertama terletak pada penempatan kata dirgahayu. Berdasarkan KBBI kata dirgahayu berarti ’panjang umur’ atau ’berumur panjang’.
  • Jika kata dirgahayu dihubungkan dengan makna yang didukung oleh HUT, pemakaian kata dirgahayu kurang tepat.
  • karena kata "Dirgahayu HUT RI Ke-67" mempunyai arti ’panjang umur Hari Ulang Tahun’ atau ’berumur panjang Hari Ulang Tahun’.
  • Padahal yang diberi ucapan panjang umur adalah RI-nya bukan HUT-nya.
  • Karena itu, agar dpt mendukung pengertian secara tepat,susunan ungkapan dirgahayu HUT diubah menjadi “Dirgahayu RI” tanpa harus diikuti dgn HUT
  • Jika HUT Ke-67 digunakan, maka kata dirgahayu tidak digunakan sehingga menjadi ”HUT Ke-67 RI” bukan ”HUT RI Ke-67
Berkibarlah bendera ku, lambang suci gagah perwira..